Advent; Penantian Yang Hidup

2019-11-30 04:20:59

“... selama masih ada kehidupan, maka akan selalu ada harapan..”

(Stephen Hawking – The theory of everything)

 

Setiap pribadi memiliki sesuatu yang berharga di dalam hidupnya. Setiap pribadi menginginkan hal baik terjadi di dalam hidupnya. Entah ia seorang hebat atau biasa saja, ahli atau bukan, seorang fisikawan, peneliti, ataupun orang yang merasa tidak punya kemampuan lebih,  pasti selalu memiliki sesuatu yang dibanggakan di dalam hidup. Mulai dari keluarga, fisik sampai kecemerlangan otaknya.

Tetapi apa yang akan terjadi jika sesuatu yang berharga atau berharga itu hilang atau yang baik tidak sesuai harapan?  Seorang ilmuwan ternama, Stephen Hawking, mengalami hidup yang tidak menggembirakan. Di saat sedang bergembira dalam cinta dan kecemerlangan otaknya, ia harus menghadapi penyakit ganas yang menyerang saraf motorik ditambah vonis bahwa hidupnya hanya bisa bertahan 2 tahun. Depresi, putus asa, kecewa besar pun menyelimuti hidupnya. Akan tetapi perjumpaan dengan jane –pacar yang kemudian menjadi istrinya-, para sahabat, dan profesor pendamping, membuat Hawking tidak hanya bertahan hidup lebih dari dua tahun, tetapi juga menjadikannya salah satu ilmuwan terkenal di abad ini.

Minggu lalu kita merayakan Hari Raya Semesta Alam sebagai penutup tahun liturgi C. Kita mengalami pengalaman peziarahan rohani dengan Tuhan dengan beragam dinamika yang ada. Ada cemas, gembira, putus asa, suka dan gembira. Namun, Minggu lalu kita diingatkan bahwa meskipun beragam dinamika kita alami, Kristus harus terus meraja, mengatasi ketakutan, kecemasan, kesombongan serta keangkuhan di dalam hidup manusia. Minggu ini kita memulai tahun yang baru di Tahun Liturgi A yang dimulai dengan masa Advent. Masa ini menjadi persiapan kita menyambut Natal. Keterpurukan berubah menjadi pembebasan. Kematian berubah menjadi kehidupan baru. Kita menantikan harapan baru dalam diri Yesus yang akan lahir di kandang Betlehem.

Apakah perjumpaan dengan Yesus yang akan lahir akan turut menjadikan kita sebagai manusia dan pribadi yang baru? Mari kita persiapkan kedatangan Yesus di dalam hidup kita masing-masing.

 

Messages