Bacaan Harian


Selasa biasa pekan ke-5 (H) Selasa, 12 Februari 2020. Rm Yakin

Selasa biasa pekan ke-5 (H)
Selasa, 12 Februari 2020.

Bacaan:
1 Raj 8:22-23.27-30;
Mzm 84:3.4.5.10.11; 
Mrk 7:1-13.

Renungan Sore:

Ada seorang yang bertanya dengan nada takut dan khawatir, “Romo, apakah saya berdosa kalau membuat tanda Salib lebih dari dua kali pada saat perayaan Ekaristi? Saya membuat tanda Salib pada saat konsekrasi”. Melihat kegelisahan orang tersebut saya merasa kasihan kepadanya.

Saya hanya mengatakan bahwa Ekaristi merupakan perayaan syukur yang keluar dari hati bukan dari sikap tubuh luaran belaka. Hal senada dilakukan Yesus dalam Injil hari ini. Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat karena kemunafikan mereka. Mereka hanya memuliakan Allah dengan bibirnya tetapi tidak dengan hatinya.

Jangan sampai kita hanya berfokus pada tata perayaannya saja tetapi tidak mendapatkan hakekat dari perayaannya. Ekaristi bukan hanya sekedar tata perayaan, melainkan perayaan syukur yang mendalam dari karya Kasih Allah melalui Kristus.

Hendaklah, perayaan Ekaristi sungguh menjadi perwujudan syukur dari hati. Sebagaimana Salomo yang mengungkapkan rasa syukur akan penyertaan Allah dalam hidupnya. Semoga Ekaristi sungguh menjadi sumber dan puncak rasa syukur kita pada Allah.

Kontemplasi:
Bayangkanlah rasa syukur yang anda alami saat merasakan Kasih Allah yang terungkap dalam perayaan Ekaristi. 

Refleksi:
Bagaimana rasa syukur dalam Ekaristi tersebut menjadi sumber dan puncak kehidupan anda?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk merasakan KasihMu yang tertuang dalam Ekaristi sehingga kamipun boleh bersyukur dengan sepenuh hati dan bukan hanya di bibir saja. Amin.

Perutusan:
Aku akan menyadari dan merasakan Kasih Allah dalam Perayaan Ekaristi.

PW. Sta. Skolastika, Perawan (P) Senin, 10 Februari 2020. Rm Yakin

PW. Sta. Skolastika, Perawan (P)
Senin, 10 Februari 2020.

Bacaan:
1 Raj 8:1-7.9-13;
Mzm 132:6-7.8-10; 
Mrk 6:53-56.

Renungan Sore:

Dalam bacaan pertama dikisahkan, Salomo menguduskan Bait Allah dengan menempatkan Tabut Perjanjian di dalamnya. Gereja merupakan Bait Allah pada sekarang ini, di mana Allah bertakhta di dalamnya.

Gereja bukan saja bangunan, tetapi juga persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Dikatakan percaya bila apa yang mereka lakukan sesuai dengan teladan Kristus. Melakukan perbuatan kasih, seperti saling mendoakan, menyapa, mengampuni dan tidak berniat jahat kepada yang lain.

Maka bisa dikatakan pula bahwa kita merupakan Gereja, tempat di mana Allah bersemayam. Terlebih saat kita telah menerima Kristus dalam Komuni Kudus. Itulah sebabnya, kitapun diajak untuk menguduskan diri terlebih sebelum menerima Kristus dalam Perayaan Ekaristi.

Kontemplasi:
Bayangkanlah persiapan yang anda lakukan sebelum merayakan Perayaan Ekaristi, di mana Kristus akan bersemayam di dalam diri anda. 

Refleksi:
Bagaimana anda menyiapkan diri agar pantas menerima Kristus dalam Komuni Kudus?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menyiapkan diri agar pantas dan kudus pada saat menerima PuteraMu dalam rupa Roti dan Anggur yang telah berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Amin.

Perutusan:
Aku akan menyiapkan dan menyucikan diri sebelum Perayaan Ekaristi.

Minggu biasa pekan ke-5 (H) Minggu, 09 Februari 2020. Rm Yakin

Minggu biasa pekan ke-5 (H)
Minggu, 09 Februari 2020.

Bacaan:
Yes. 58:7-10; 
Mzm. 112:4-5,6-7,8a,9; 
1Kor. 2:1-5; 
Mat. 5:13-16.

Renungan Sore:

Banyak dari kita yang tidak pandai dalam merangkai berkata-kata indah. Banyak pula diantara kita yang tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk menjawab pelbagai permasalahan yang ada. Namun bukan berarti kita tidak bisa menjadi pewarta yang handal.

Rasul Paulus menegaskan bahwa kita tidak perlu memiliki pengetahuan dan kata-kata berhikmat dalam mewartakan Kristus. Allah dimuliakan melalui perbuatan yang kita lakukan. Melalui perbuatan nyatalah pewartaan kita menjadi hidup dan berdaya guna. Perbuatan yang mencerminkan Kasih Allah, yang tidak menunjuk-nujuk kesalahan orang lain, yang mau mengunjungi orang sakit, melayat orang yang berduka, membantu orang yang membutuhkan. 

Dengan kita berani turun menyapa orang kecil, maka kitapun memiliki data berdasarkan fakta sehingga mampu melayani yang membutuhkan. Inilah figur pemimpin yang mau melayani, yang mau menjadi garam dan terang dunia.

Kontemplasi:
Bayangkan anda mewartakan Kasih Allah melalui perbuatan nyata dalam melausni sesama.

Refleksi:
Bagaimana anda melayani dengan Kasih Allah kepada sesama?

Doa:
Bapa, mampukanlah kami untuk berani mewartakan Engkau melalui karya pelayanan kasih pada sesama di sekitar kami. Amin.

Perutusan:
Aku mau menjadi garam dan terang dunia melalui karya pelayananku.

Sabtu biasa pekan ke-4 (H) Sabtu, 08 Februari 2020. Rm Yakin

Sabtu biasa pekan ke-4 (H)
Sabtu, 08 Februari 2020.

Bacaan:
1 Raj 3:4-13;
Mzm 119:9-14; 
Mrk 6:30-34.

Renungan Sore:

Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk senantiasa melayani dengan penuh kasih. Namun pelayanan yang diberikan tetap perlu kira lakukan dengan bijaksana, sehingga memiliki daya ubah dan daya pikat.

Itulah sebabnya, Salomo memohonkan pada Allah, hikmat dalam menimbang segala perkara dan pelayanan yang dia lakukan. Hikmat yang membuat kita dapat melihat dan menyadari kelebihan, kekurangan, dan potensi. Untuk itu dibutuhkan waktu menyendiri, di mana kita dapat merefleksikan dan memaknai karya pelayanan kita.

Jangan sampai kita jatuh pada usaha manusiawi sehingga kita merasa kering dan hampa. Kita perlu penyegaran melalui rekoleksi, retret, saat hening atau doa pribadi. Di mana kita dapat mengisi ulang baterai kita dalam melayani sesama. Semoga kitapun semakin bijak dalam melayani sesama.

Kontemplasi:
Bayangkanlah segala tugas pelayanan yang pernah anda lakukan.

Refleksi:
Bagaimana anda selalu dapat merasakan sukacita pelayanan, melalui refleksi, pemaknaan yang anda lakukan melalui retret, rekoleksi atau saat hening?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menjadi pribadi yang bijak dalam memberi waktu bagi refleksi dan pemaknaan terhadap karya pelayanan kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan memberikan waktu untuk berdoa dan berefleksi dalam memaknai karya pelayanan kami.

Jumat biasa pekan ke-4 (H) Jumat, 07 Pebruari 2020. Rm Yakin

Jumat biasa pekan ke-4 (H)
Jumat, 07 Pebruari 2020.

Bacaan:
Sir 47:2-11;
Mzm 18:31.47.50.51;
Mrk 6:14-29.

Renungan Sore:

Apa perbedaan Daud dan Herodes? Mereka sama-sama berdosa: keduanya mengambil istri orang lain dengan tidak benar, dan merekapun juga menumpahkan darah para musuhnya. Mengapa Daud dipuji oleh Putra Sirakh sedangkan Herodes dicerca sebagai raja yang bejat?

Perbedaannya sangat jelas. Daud setelah melakukan dosa dan kejahatan, dia mengakui, menyesal dan bertobat. Daud mau mendengarkan Tuhan, melalui orang-orang yang menasehatinya. Sedangkan Herodes, walaupun sudah mengalami sentuhan Tuhan melalui Yohanes, dia tetap tidak mau bertobat bahkan tega membunuh Yohanes, penasehat spiritualnya.

Dalam hidup, kitapun kerap jatuh dalam dosa dan pencobaan, namun yang terpenting adalah keberanian kita untuk mendengarkan sapaan Tuhan melalui sesama, mengakui kesalahan, bertobat dan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Pertobatan bukan saja menyelamatkan diri kita, tetapi juga mendatangkan sukacita kegembiraan bagi Allah. Kristus menekankan: “Lebih besar sukacita di Surga karena satu orang berdosa bertobat, daripada sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan”. 

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang senantiasa menyapa kita melalui diri orang-orang yang sungguh mengasihi kita.

Refleksi:
Bagaimana anda menyadari sentuhan kasih Allah yang senantiasa menghendaki anda untuk bertobat dan hidup dalam pelukan Kasih-Nya?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menyadari Kehendak-Mu yang mengajak kami untuk selalu hidup dalam Kasih-Mu yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan belajar peka terhadap sapaan Allah yang hadir melalui orang-orang sekitarku.

PW. St. Paulus Miki dan teman-temannya (M) Kamis, 06 Pebruari 2020. Rm Yakin

PW. St. Paulus Miki dan teman-temannya (M)
Kamis, 06 Pebruari 2020.

Bacaan:
1 Raj 2:1-4,10-12; 
1Taw 29:10.11ab.11d-12a.12bcd; 
Mrk 6:7-13.

Renungan Sore:

Penderitaan bisa membuat seseorang berontak dan menyerang sesamanya, namun kekuasaan yang disalah gunakan dapat membunuh banyak manusia. Seorang pemimpin yang buruk membawa kehancuran bagi bangsanya, sedang pemimpin yang beriman mampu menyelamatkan seluruh pengikutnya.

Inilah yang diamanatkan Daud kepada Salomo, puteranya. Daud meminta Salomo agar menjadi raja yang beriman kepada Tuhan. Melalui kesetiaan kepada Tuhan maka kerajaan akan bertahan dan berkembang dalam kasih dan penyertaan Allah.

Begitupun dengan kita semua, Yesus mengajak seluruh murid-Nya untuk setia kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Dengan mengandalkan Tuhan, maka kita menunjukkan kerendahan diri kita sekaligus kemahakuasaan-Nya.

Kontemplasi:
Bayangkanlah dengan berpaut hati dengan Tuhan, anda menunjukkan Kasih dan KemahakuasaanNya seraya mengakui kelemahan kita.

Refleksi:
Bagaimana anda memiliki keberpautan hati kepada Tuhan dalam setiap sisi kehidupan ini?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menjadi pribadi yang rendah hati, yang mau mengandalkan Engkau dalam setiap langkah kehidupan kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan belajar menjadi pribadi yang rendah hati dan memiliki keberpautan dengan Tuhan.

Messages